Konsep Arisan Dinar Emas

Nopember 19th, 2009 by bangkitlahnegeriku

http://dinaremasku.com/2009/11/konsep-arisan-dinar-emas/

Konsep arisan dinar emas, sudah pernah saya tuliskan di postingan Arisan Dinar Emas.

Berikut adalah ringkasannya:

Arisan Dinar ini dibangun dengan konsep arisan pada umumnya, hanya kelebihannya adalah, tidak mendasarkannya pada uang kertas, tapi lebih pada koin dinar emas itu sendiri.

Harga dinar sesuai dengan rate yang ada di situs www.dinareasmku.com. Kemudian rate harga dinar pada saat membeli dinar, dibagi 4 untuk kemudian masing-masing orang membayarkan sesuai hasil bagi tersebut. Artinya, satu orang anggota membayar 1/4 dinar emas setiap bulannya.

Tidak terlalu ribet untuk mencari siapa yang giliran mendapatkan dinar tersebut setiap bulannya, bisa melalui kocokan kertas, atau gambreng saja sudah cukup.

Pertanyaan  yang mungkin muncul adalah, jika tidak didasarkan pada uang kertas, maka setiap bulan masing-masing anggota akan membayarkan uang arisan yang berbeda? Tentu saja. Terkadang membayar Rp 350.000,-, terkadang pula hanya Rp 320.000,-. Tergantung rate dinar saat itu.

Adilkah?

Justru di sinilah letak keadilan itu.

Uang kertas hanyalah alat tukar transaksi yang mudah tergerus oleh inflasi. Uang Rp 50.000,- pada bulan Januari 2009, tidak lagi sama dengan uang Rp 50.000,- pada bulan Desember 2009. Kasihan sekali mereka yang mendapatkan arisan paling belakangan, karena nilai uangnya tidak lagi sama dengan nilai uang yang didapatkan oleh mereka yang sudah dapat arisan lebih awal. Mungkin pada bulan Januari 2009, dengan uang Rp 50.000 kita bisa membeli susu bubuk 2 kotak ukuran 400 gram. Tapi di bulan Desember 2009, apakah dengan uang Rp 50.000, kita masih bisa mendapatkannya? mungkin ya mungkin tidak.

Berbeda dengan koin dinar emas (1 dinar = 4,25 gram emas, 22 karat). Jika saat ini kita bisa naik haji dengan 50 dinar, maka insya Allah pada 10 tahun yang akan datang, kita masih bisa naik haji dengan 50 dinar pula, atau bahkan lebih murah dari itu.

Demikian konsep arisan dinar emas. Hal ini untuk memudahkan bagi mereka yang ingin berinvestasi dengan dinar emas ataupun memproteksi kekayaannya dalam bentuk dinar emas.

Dinar Emas untuk Semua

Nopember 19th, 2009 by bangkitlahnegeriku

source: http://dinaremasku.com

SEBAGIAN kalangan beranggapan investasi pada dinar emas hanya diperuntukkan bagi golongan tertentu.

Namun, bukan berarti hanya masyarakat muslim saja yang bisa berinvestasi dinar emas, semua kalangan bisa memilih instrumen investasi ini. Menurut pengamat investasi dinar emas Yayan Dharmawangsa, perbedaan mendasar investasi pada dinar emas dan emas batangan adalah nilai satuannya.

Dinar emas adalah emas 22 karat dengan berat 4,25 gram. “Penentuan berat dinar emas memang dilakukan khalifah Islam. Tapi bukan berarti nonmuslim tidak bisa berinvestasi pada dinar emas,” tuturnya.

Karena merupakan emas, maka kelebihan berinvestasi pada dinar emas sama dengan emas batangan. Nilai intrinsiknya tidak akan berkurang akibat inflasi atau gejolak ekonomi. Hal itulah yang menyebabkan investasi pada emas, khususnya dinar emas lebih menguntungkan dibandingkan berinvestasi pada produk perbankan.

Meskipun pada prinsipnya sama, masyarakat yang berinvestasi pada dinar emas belum sebanyak pada emas batangan. Salah satu penyebabnya adalah persepsi keliru yang menyebutkan investasi pada dinar emas hanya diperuntukkan bagi golongan tertentu.

Namun, Yayan optimistis di masa mendatang berinvestasi pada dinar emas akan memiliki prospek yang tidak kalah menguntungkan dengan jenis investasi lain. Khusus bagi umat Islam, berinvestasi dinar emas akan memiliki keuntungan lain, yakni mempermudah pembayaran zakat.

Karena perbankan nasional belum mengadakan layanan tabungan berupa emas atau dinar emas, hal ini memaksa pemilik emas menyimpan emas atau dinar emas yang dimiliki melalui cara konvensional. Baik itu di rumah, atau di sejumlah bank atau lembaga lain yang menyediakan safe deposit box.

Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Agustianto mengatakan, investasi pada dinar emas bisa melalui dua cara, yakni wakala dan pribadi. Wakala merupakan lembaga penitipan uang dinar serta penyedia jasa transfer. Wakala merupakan infrastruktur yang harus disediakan agar investasi dinas emas dapat berjalan dengan baik. “Dinar emas bisa juga disimpan sendiri oleh pemiliknya,” katanya.

Di Indonesia, wakala bisa menjadi ujung tombak dalam pengelolaan investasi dinar emas. Wakala yang akan mengelola investasi dinar emas. Lembaga tersebut sudah banyak terdapat di beberapa daerah di Indonesia. Karena itu, calon investor tidak perlu ragu mencari tempat membeli, menjual atau mengelola dinar emas yang dimilikinya.

Bila saja pemerintah berperan lebih aktif lagi, Agustianto yakin investasi dinar emas akan berkembang lebih pesat lagi. Sebab, di tengah situasi ekonomi yang diwarnai dengan tingginya tingkat inflasi, investasi dinar emas bisa memberikan imbal hasil (yield) lebih dari 50 persen dalam waktu yang tidak lama. Sementara dalam kondisi normal, pertumbuhannya bisa mencapai 25 persen. “Hal itulah yang membuat saya optimistis investasi dinar emas memiliki prospek yang baik,” jelasnya.

Karena tidak berpengaruh pada tingkat inflasi, investasi ini tentunya juga tidak rawan fluktuasi harga seperti beberapa jenis investasi di sektor keuangan misalnya reksa dana dan saham.

Agustianto menyatakan, investasi di dinar emas bisa dilakukan siapa saja. Dalam sejarahnya,Romawi merupakan bangsa pertama yang menggunakan emas sebagai alat tukar. Karena banyak manfaatnya, bangsa Arab dan bangsa lain kemudian mengadopsinya. Dalam perkembangan selanjutnya, bangsa-bangsa di dunia kemudian menjadikan uang sebagai alat tukar.

Karena sudah memahami manfaat berinvestasi di emas khususnya dinar emas, sekarang ini sejumlah negara telah mulai mengumpulkan cadangan devisa dalam bentuk emas. Bahkan, di Amerika Serikat (AS) sekitar 60 persen dari cadangan devisanya diperkirakan dalam bentuk emas. “Kalau kita masih kurang karena minimnya sosialisasi. Tapi di masa depan saya optimistis akan semakin banyak masyarakat yang mempergunakan dinar emas sebagai instrumen investasi,” tuturnya.

Portabilitas dan tingkat kerahasiaan dari emas adalah nilai tambah yang penting. Selain itu, sebuah fakta yang tidak terelakkan adalah emas merupakan aset nyata dan bukan merupakan utang. Semua jenis aset kertas, seperti surat utang, saham, dan bahkan deposito bank merupakan pernyataan janji utang yang akan dibayarkan. Nilainya sangat bergantung kepada kepercayaan penanam modal bahwa janji tersebut akan dipenuhi.

Penulis beberapa buku yang membahas dinar emas Zaim Saidi mengatakan, dinar emas mulai diperjualkan kembali di Indonesia beberapa tahun lalu. Pada saat itu, sejumlah masyarakat mulai melihat tidak stabilnya nilai mata uang yang disebabkan kondisi ekonomi. Setelah itu, sekelompok warga membentuk amirat yang bertanggung jawab besar atas permintaan dan penawaran dinar emas.

Amirat kemudian mendorong pembentukan wakala di sejumlah daerah. Wakala diperlukan agar penjualan dinar emas dapat meningkat pesat. Wakala memiliki fungsi yang hampir sama dengan money changer.

Anak Seribu Pulau

Agustus 29th, 2009 by bangkitlahnegeriku

Sebagai anak dari seorang PNS, saya sempat mengalami apa yang disebut dengan “hidup nomaden”, berpindah dari satu daerah ke daerah yang lain. Terhitung sudah lima pulau besar yang saya tinggali: Sumatera, Jawa, Sulawesi, Papua, dan Nusa Tenggara. Dari Kota Sabang sampai dengan Merauke, menjadi saksi pengembaraan keluarga kami. Berbagai pengalaman dan perenungan saya dapatkan dari masing-masing daerah.

Tak ayal, ketika hidup sudah mulai menetap, teman-teman menyebut saya dengan anak seribu pulau. Namun, justru saya suka dengan julukan itu. Julukan yang menurut saya menunjukkan banyak cerita di baliknya tentang Indonesia. Mungkin Anda pernah tahu satu judul acara televisi tersebut, “Anak Seribu Pulau”, yang memberikan banyak pengetahuan kepada Anda atau mungkin anak-anak Anda, tentang Indonesia, tentang kekayaan alam yang dimiliki oleh Indonesia.

Kayakah Indonesia?

Mungkin ini pertanyaan klise yang sangat telak menohok Pemerintah saat ini, sehingga di Departemen Keuangan dibentuk Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Ditjen ini bertugas untuk menginventarisir dan nantinya mengelola kekayaan negara Indonesia. Saat ini, memang bangsa Indonesia belum tahu apakah dirinya  benar-benar kaya atau justru sebaliknya.

Ironi kah?

Tidak juga. Mengingat negara Indonesia adalah negara yang sangat luas secara geografis, maka kekayaannya bertebaran di mana-mana, sehingga membutuhkan waktu lebih dari 60 tahun untuk menginventarisirnya.

virággal

Anak Seribu Pulau

Banyak hal yang saya syukuri dari hidup yang berpindah-pindah itu. Banyak teman di seluruh penjuru Indonesia, mengenal budaya daerah yang diajarkan lewat pelajaran Muatan Lokal, berkesempatan untuk memainkan alat musik Sasando, banyak objek wisata yang terkunjugi, dan masih banyak lagi hal-hal lain yang mengesankan.

Wamena

Ini adalah kota pertama di luar Pulau Jawa yang saya dan keluarga singgahi selama kurang lebih 2 tahun, tepatnya di Papua. Memang waktu itu saya masih anak TK, sekitar tahun 1989. Namun Ayah saya memperlihatkan album foto yang berisi foto-foto kami sekeluarga selama di kota ini. Adik saya lahir di kota ini, kota yang pernah turun hujan salju di dalamnya. Kota ini adalah kota yang terletak di Lembah Baliem dan dikelilingi oleh Pegunungan Jayawijaya, dan oleh sebab itulah suhunya sangat dingin.

Aceh

Di kota ini, saya menempuh kelas 6 SD dan 1 SMP, sekitar tahun 1996-1997. Saat itu yang namanya DOM sudah tidak ada lagi, sangat tenteram, damai, dan harga-harga saat itu masih murah. Saya ingat sekali, harga mie bungkus, saat itu hanya Rp 300,-.

Saat di Aceh inilah, saya berkesempatan mengunjungi Sabang dan Pulau Weh, yang menjadi 0 km Indonesia. Saya sempat berfoto di 0 km itu, sayang fotonya sekarang ada di rumah Semarang.  Pulau Weh ini dikelilingi oleh 4 pulau, di antara yang pernah saya kunjungi adalah Pulau Rubiah, yaitu pulau tempat pariwisata menyelam karena terumbu karangnya. Kita bisa memancing ikan di sana, dan langsung membakar ikan hasil tangkapan di situ juga. Dan lagi-lagi, dokumen fotonya ada di rumah Semarang.

Pulau Weh

Pulau Weh

Pulau Rubiah

Pulau Rubiah

Kupang

Meski daerahnya tidak sehijau Aceh ataupun daerah di Pulau Jawa, namun daerah ini tetap memiliki kekayaan alam, baik flora maupun fauna. Jika kita menuju Kupang dengan jalur laut, maka selepas pelabuhan, kita akan disuguhi dengan pemandangan coklat di kanan dan kiri jalan, penuh dengan semak belukar yang coklat dan tanah yang kering. Kupang yang berada di Nusa Tenggara ini, khas dengan pohon lontar-nya, yang banyak memberikan manfaat bagi masyarakat Kupang. Misalnya saja, daunnya untuk alat musik Sasando, dan saya sudah berkesempatan memainkan alat musik ini. Ada nira yang keluar, biasanya diolah menjadi gula dan juga arak. Ada juga kayu cendana yang harum semerbak, dibuat berbagai ukiran kayu.

Di Kupang inilah, saya berkesempatan mengunjungi Ende di Pulau Flores. Ende dengan Danau Kelimutunya, atau danau tiga warna, sungguh indah, pemandangan yang luar biasa, meski untuk mencapainya tidaklah mudah, harus mendaki beratus anak tangga. Di Ende ini pula ada tempat pengasingan Bung Karno, yang ketika saya mencoba sholat di tempat sholat Bung Karno di pengasingan itu, ada bau semerbak dari tempat sujudnya. Wallahu a’lam, mungkin sudah diberi parfum oleh penjaga museumnya.

Indonesia sungguh indah.

Kalimat itu yang bisa tersampaikan, terlepas dari segala centhang prenangnya bangsa ini, Indonesia adalah negara yang memiliki keindahan alam yang luar biasa. Betapa banyaknya objek wisata alam yang Indonesia miliki, menampilkan berbagai corak ragam keindahan yang sangat bertolak belakang dengan apa yang terjadi di hiruk pikuknya kota besar di Indonesia. Sabang, Ujung kulon, Bunaken, Kuta Bali, Bantimurung, Malino, Pantai Panjang,  dan banyak lagi.

Keindahan itu tak kan hilang meski orang-orang berebut kursi kekuasaan politik, meski para kriminal beraksi, meski para koruptor memperkaya diri mereka, meski jalanan macet beserta asap tebal yang melayang menutupi langit kota. Semua itu tergantikan dengan sejuknya alam Indonesia. Sawah terhampar menghijau, air terjun mengucur deras bergemuruh memecah sunyinya hutan, kicau burung terdengar di langit biru.

pemandangan indonesia